PORTALBERITALAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG (SMSI) – Pemerintah Kota Bandar Lampung kembali melaksanakan operasi pasar murah Ramadan tahap kedua yang digelar serentak di 20 kecamatan. Program ini merupakan upaya pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Salah satu lokasi pasar murah digelar di Kelurahan Bumi Waras, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung. Dalam kegiatan tersebut hadir Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, bersama Camat Bumi Waras, Budi Ardianto yang meninjau langsung pelaksanaan pasar murah.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejumlah warga tampak memadati lokasi pasar murah untuk membeli kebutuhan pokok yang dijual dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin mengatakan, program pasar murah ini merupakan arahan langsung dari Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana.
Menurutnya, kegiatan ini digelar untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok serta mengantisipasi lonjakan harga selama bulan Ramadan.
“Pasar murah ini dilaksanakan untuk menekan kenaikan harga sembako yang biasanya terjadi saat Ramadan sekaligus mengantisipasi inflasi,” ujar Erwin.
Ia menambahkan, program pasar murah Ramadan dilaksanakan dalam tiga tahap selama bulan puasa. Tahap pertama telah dilaksanakan sebelumnya, tahap kedua digelar saat ini, dan tahap ketiga akan dilaksanakan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Berbagai komoditas pangan disediakan dalam kegiatan tersebut, seperti beras premium lima kilogram, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, dan tepung terigu dengan harga yang telah disubsidi pemerintah.
Sementara itu, Camat Bumi Waras, Budi Ardianto menjelaskan, pelaksanaan pasar murah di wilayahnya dipusatkan di Jalan Ikan Terbang.
Menurutnya, lokasi tersebut dipilih karena merupakan kawasan dengan jumlah penduduk cukup padat sehingga diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap tertib saat mengantre sehingga kegiatan dapat berjalan lancar,” kata Budi. (*)












