PORTALBERITALAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG (SMSI) – Pemerintah Kota Bandar Lampung terus melakukan pembenahan infrastruktur perkotaan dengan membangun trotoar yang terintegrasi dengan saluran drainase. Program tersebut menjadi salah satu prioritas pembangunan tahun 2026 guna meningkatkan kenyamanan pejalan kaki sekaligus mengurangi potensi genangan air di sejumlah ruas jalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung, Dedi Sutiyoso, mengatakan pembangunan trotoar tidak hanya difokuskan pada penyediaan jalur pedestrian, tetapi juga dibarengi dengan perbaikan drainase agar manfaatnya lebih maksimal.
“Jadi sekalian kita benahi trotoarnya, sekaligus drainasenya,” ujar Dedi, Kamis (23/7/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan dilakukan melalui enam paket pekerjaan yang tersebar di beberapa ruas jalan utama. Sejumlah lokasi yang telah mulai dikerjakan di antaranya Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ahmad Yani, Jalan Diponegoro, dan Jalan Sultan Agung.
Menurut Dedi, konsep pembangunan secara terpadu dipilih agar pekerjaan infrastruktur menjadi lebih efisien. Dengan begitu, pemerintah tidak perlu kembali membongkar trotoar ketika dilakukan pembangunan atau perbaikan drainase di kemudian hari.
Selain menyelesaikan proyek tahun ini, Dinas PU juga mulai menyusun perencanaan pembangunan trotoar untuk tahun 2027. Penentuan lokasi akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, terutama pada ruas jalan yang belum memiliki jalur pedestrian memadai atau masih terputus.
“Untuk tahun 2027 perencanaannya sudah ada,” katanya.
Pemerintah Kota Bandar Lampung mengalokasikan anggaran lebih dari Rp30 miliar untuk mendukung pelaksanaan enam paket pembangunan tersebut. Anggaran itu digunakan untuk membangun dan menyempurnakan fasilitas pejalan kaki di sejumlah titik yang menjadi prioritas.
“Total anggarannya sekitar Rp30 miliar lebih. Titiknya banyak, paket pekerjaannya juga banyak,” jelas Dedi.
Melalui pembangunan trotoar yang terintegrasi dengan drainase, Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap kualitas infrastruktur perkotaan semakin baik, mobilitas masyarakat menjadi lebih aman, serta mampu menciptakan lingkungan kota yang lebih tertata dan ramah bagi pejalan kaki. (*)












