PORTALBERITALAMPUNG.COM BANDAR LAMPUNG (SMSI) – Misteri kematian Lilis Pitriani (29), perempuan yang ditemukan tewas dalam kondisi terikat di sebuah parit di Bandar Lampung, masih terus didalami kepolisian. Hasil autopsi mengungkap sejumlah luka pada tubuh korban, sementara polisi hingga kini masih mencari pria berinisial R yang terakhir diketahui pergi bersama korban.
Dari hasil pemeriksaan medis, ditemukan luka terbuka di bagian puncak dan sisi kiri kepala yang diduga akibat trauma tajam. Selain itu, terdapat sejumlah memar pada beberapa bagian tubuh, termasuk kepala, wajah, leher, tangan kiri, hingga tumit kiri.
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Regan Kusuma Wardani, mengatakan bahwa pemeriksaan juga menemukan jejas berwarna merah keunguan pada bagian depan kanan dan kiri leher korban.
“Luka-luka tersebut disebabkan trauma tumpul. Tak hanya itu, jejas (cedera) berwarna merah keunguan pada leher bagian depan kanan dan kiri, akibat trauma tumpul juga ditemukan pada tubuh korban,” kata Regan saat dikonfirmasi, Jumat (30/10/2026).
Temuan lainnya berupa bintik-bintik perdarahan pada kedua selaput kelopak mata dan selaput bola mata. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikasi yang dapat mengarah pada asfiksia atau gangguan pernapasan.
Meski sejumlah temuan medis telah diperoleh, penyidik masih mendalami bagaimana luka-luka tersebut terjadi dan hubungannya dengan penyebab kematian korban.
Polisi Telah Periksa Empat Saksi
Untuk mengungkap kasus tersebut, penyidik telah meminta keterangan dari empat orang saksi. Polisi juga masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak lain yang dinilai mengetahui informasi terkait peristiwa tersebut.
“Sudah ada empat saksi, selebihnya masih kita lakukan interogasi,” ujar Regan.
Selain memeriksa saksi, polisi tengah menelusuri keberadaan pria berinisial R yang diketahui merupakan sepupu korban. R menjadi salah satu pihak yang dicari penyidik lantaran sebelumnya diketahui pergi bersama Lilis sebelum perempuan tersebut dilaporkan hilang.
Namun, hingga Jumat (30/10/2026), polisi belum berhasil menemukan keberadaan pria tersebut.
“Belum, masih kita cari,” kata Regan.
Kepolisian membenarkan adanya dugaan kuat bahwa kematian Lilis berkaitan dengan tindak pidana pembunuhan. Meski demikian, penyidik belum mengumumkan penetapan tersangka maupun motif di balik kematian perempuan tersebut.
Polisi juga mendalami informasi mengenai dugaan korban membawa uang sekitar Rp 50 juta untuk membeli emas sebelum menghilang. Informasi tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.
“Berdasarkan keterangan orang tua korban, Lilis sebelumnya meminta diantar ke pasar untuk berbelanja,” ungkap Regan.
Sementara itu, telepon genggam milik korban untuk sementara diketahui sebagai barang yang diduga hilang. Penyidik masih menelusuri kemungkinan adanya barang lain yang turut raib.
Pergi Bersama Sepupu Sebelum Ditemukan Tewas
Rangkaian peristiwa ini bermula pada Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, Lilis diketahui pergi bersama R dengan tujuan menuju pasar.
Namun, setelah kepergiannya, korban tidak kunjung kembali ke rumah. Keluarga yang berusaha menghubungi Lilis juga tidak berhasil karena nomor teleponnya tidak dapat dihubungi.
Pihak keluarga kemudian mencari informasi kepada R mengenai keberadaan korban. R disebut mengaku telah mengantarkan Lilis pulang. Akan tetapi, setelah itu keberadaan pria tersebut justru tidak diketahui.
Dua hari berselang, tepatnya Selasa (27/10/2026) malam, keluarga menemukan Lilis dalam kondisi meninggal dunia di sebuah parit di Jalan Cipto MK, Gang 57 PU, Kelurahan Kupang Teba, Kecamatan Teluk Betung Utara, Bandar Lampung.
Penemuan jasad tersebut berawal ketika dua orang saksi yang merupakan keluarga korban mencium bau tidak sedap saat berada di sekitar lokasi. Mereka kemudian mencari sumber aroma tersebut hingga menemukan tubuh Lilis di dalam parit.
“Kedua saksi mencium aroma tak sedap di lokasi penemuan. Kemudian mereka mencari sumber aroma tersebut hingga akhirnya menemukan tubuh korban,” jelas Regan, Rabu (28/10/2026).
Saat ditemukan, tubuh korban dalam kondisi terikat tali tambang berwarna biru. Jasadnya juga tertutup tumpukan kayu dan bebatuan beton.
Kondisi tersebut membuat keluarga dan warga harus terlebih dahulu menyingkirkan material yang menutupi tubuh korban sebelum proses evakuasi dilakukan.
“Setelah jasad korban yang diikat dimasukkan ke dalam parit, jasadnya kemudian ditutupi menggunakan sisa kayu dan bebatuan beton. Tujuannya mungkin untuk menyamarkan,” ujar Regan sebelumnya.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Lilis dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk menjalani pemeriksaan autopsi.
Hingga kini, penyidik Polresta Bandar Lampung masih mengumpulkan alat bukti, memeriksa sejumlah saksi, serta memburu R guna mengungkap secara terang penyebab kematian Lilis Pitriani dan pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut. (*)












