PORTALBERITALAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG (SMSI) – Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) menjadi tuan rumah Lokakarya Nasional Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) dan 1st International Conference on Agriculture for Food and Energy (I-CAFFE) 2026 di Hotel Grand Mercure, Bandar Lampung.
Kegiatan tersebut mempertemukan pimpinan perguruan tinggi, akademisi, dan peneliti dari berbagai institusi untuk memperkuat kolaborasi di bidang pertanian. Forum ini juga menjadi wadah pertukaran gagasan dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan dan energi melalui pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, serta inovasi.
Acara dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Dr. Ir. Mulyadi Irsan, M.T. Sejumlah pejabat dan akademisi turut hadir, di antaranya Wakil Rektor Unila Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan TIK Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., Sekretaris Jenderal FKPTPI Prof. Dr. Ir. Samanhudi, serta Dekan Fakultas Pertanian Unila Dr. Ir. Kuswanta Futas Hidayat, M.P.
Ketua panitia, Prof. Dr. Udin Hasanudin, mengatakan lokakarya nasional dan konferensi internasional tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan kepemimpinan akademik, keahlian ilmiah, dan kolaborasi lintas institusi.
“Melalui forum ini, pertukaran pengetahuan diharapkan dapat berkembang menjadi penelitian bersama, inovasi yang bermanfaat, dan kemitraan berkelanjutan antarinstitusi,” ujar Udin Hasanudin.
Hadirkan Pembicara dari Lima Negara
Mengusung tema Agriculture for Food and Energy, I-CAFFE 2026 menghadirkan lima pembicara utama dari Indonesia, Jepang, Malaysia, India, dan Korea Selatan.
Para pembicara tersebut yakni Prof. Hiroaki Somura, Ph.D. dari United Graduate School, Tokyo University, Jepang; Dr. Siti Norliyana Harun dari Institute of Climate Change, Universiti Kebangsaan Malaysia; Prof. Dr. Udin Hasanudin dari Universitas Lampung; Dr. Ashutosh Pathak dari The Maharaja Sayajirao University of Baroda, India; serta Prof. Yoo Ji-ho, Ph.D. dari Korea Institute Technology Research, Korea Selatan.
Kehadiran para pembicara dari berbagai negara diharapkan memperluas perspektif akademik mengenai pengembangan pertanian yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan energi. Pertemuan ini juga membuka peluang untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, serta hasil penelitian yang dapat dikembangkan melalui kerja sama internasional.
Diikuti 114 Pemakalah dan Puluhan Pimpinan Akademik
Konferensi I-CAFFE 2026 diikuti 114 pemakalah, terdiri atas 63 peserta yang mempresentasikan makalah secara luring dan 51 peserta secara daring.
Selain itu, sebanyak 55 pimpinan akademik hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Mereka meliputi dekan, wakil dekan, ketua departemen, dan koordinator program studi dari berbagai perguruan tinggi.
Peserta dari luar Universitas Lampung tercatat sebanyak 91 orang. Jumlah partisipan tersebut menunjukkan keterlibatan berbagai institusi dalam forum yang berfokus pada penguatan jejaring akademik dan pengembangan riset pertanian.
Melalui pertemuan ini, para peserta berkesempatan menjajaki penelitian bersama, memperluas kemitraan antarkampus, serta mengembangkan inovasi yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan sektor pertanian.
Dorong Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Industri
Fakultas Pertanian Unila berharap penyelenggaraan lokakarya nasional FKPTPI dan I-CAFFE 2026 tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi berlanjut menjadi program kerja sama yang konkret.
Sinergi antara perguruan tinggi, akademisi, peneliti, dan sektor industri dinilai penting untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta inovasi pertanian yang berkelanjutan.
Penyelenggaraan kegiatan ini turut didukung oleh Bumitama Agri Ltd., Great Giant Foods (GGF), PT Astra Agro Lestari Tbk., PT Cipta Cakra Murdaya, dan PT Fermentech Indonesia.
Dukungan sektor swasta tersebut menjadi bagian dari keterlibatan dunia usaha dalam forum akademik yang membahas pengembangan pertanian untuk mendukung ketahanan pangan dan energi.
Melalui kolaborasi lintas institusi dan sektor, Unila berharap hasil diskusi serta pertukaran pengetahuan dalam I-CAFFE 2026 dapat mendorong lahirnya penelitian dan inovasi yang memberikan manfaat bagi pembangunan pertanian di Indonesia maupun di tingkat internasional. (Rls)












