PORTALBEERITALAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG (SMSI) – Jika biasanya puisi di bacakan oleh Penyair atau penggiat seni, kali ini seoranag Advokat di tantang membacakan sebuah syair. Yang menarik syair tersebut merupakan karya sendiri.
Dalam peluncuran buku antologi puisi ” Yang belum selesai menjadi nama ” Di taman budaya selasa (29/9) salah satu penulis Setiadi Rosasy, S.H, mencoba tampil membacakan puisi Berjudul “Teluk” di hadapan ratusan penonton.
Menurut Setiadi, menulis merupakan sebuah proses pembelajaran yang tidak boleh terhenti karena usia, menulis syair merupakan kreativitas imajinasi. Kreativitas menulis naskah gugatan seorang advokat sudah semestinya dipertajam.
“Secara praktis puisi memang tidak melulu bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, namun puisi bisa menyentuh, mengetuk jiwa seseorang, apalagi seorang advokat yang keseharian nya banyak menangani perkara hukum, banyak sekali kajian hukum mendalam yang akan dituangkan dalam naskah gugatan sehingga kreativitas menulis amat di perlukan ” Ujar Setiadi.
Buku antologi puisi ” Yang belum selesai menjadi nama ” Ini ia tulis bersama Komunitas lamban sastra Lampung Binaan Paus Sastra Lampung Isbedy Setiawan ZS (Rls)












