Korban Bocah Hanyut di Rajabasa Ditemukan 800 Meter dari Lokasi

Portalberitalampung.com, (SMSI) Bandar Lampung — Tim SAR gabungan menemukan seorang bocah yang sebelumnya dilaporkan hanyut akibat banjir di kawasan Jalan Abdul Hamid, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Sabtu pagi, 7 Maret 2026. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah pencarian dilakukan sejak Jumat malam.

Korban bernama Satriya, 10 tahun, warga Jalan Abdul Hamid, Rajabasa. Ia dilaporkan hanyut pada Jumat, 6 Maret 2026, sekitar pukul 14.00 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Curah hujan tinggi menyebabkan debit air sungai meluap dan memicu banjir di sejumlah titik.

Informasi kejadian pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung dari Camat Rajabasa, Rachmat, sekitar pukul 18.30 WIB. Tim rescue Basarnas kemudian diberangkatkan ke lokasi dan tiba sekitar pukul 19.30 WIB untuk melakukan koordinasi serta pencarian bersama unsur SAR gabungan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung melalui Komandan Tim Rescuer Ridho Afriza mengatakan tim langsung melakukan penyisiran dan pencarian visual di sekitar lokasi korban diduga hanyut.

“Dalam proses pencarian tersebut, tim juga sempat mengevakuasi seorang warga bernama Aripin Rahman, 50 tahun, yang berada di sekitar area pencarian dalam kondisi selamat,” kata Ridho.

Memasuki hari kedua operasi, Sabtu pagi, tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dengan memperluas area penyisiran hingga sekitar 4 kilometer ke arah hilir. Tim juga memanfaatkan drone thermal untuk membantu pemantauan dari udara.

Sekitar pukul 08.15 WIB, korban akhirnya ditemukan sekitar 800 meter dari lokasi kejadian awal dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah duka.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR diusulkan untuk dihentikan dan dinyatakan selesai. Seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *