Wali Kota Bandar Lampung Hadiri Manasik Umroh Tahap Pertama 2026, Tekankan Kesiapan Jemaah

PORTALBERITALAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG (SMSI) – Pemerintah Kota Bandar Lampung kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor ekonomi kerakyatan melalui program pinjaman modal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan bunga 0 persen.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandar Lampung, Riana Apriana, menjelaskan bahwa program ini menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam membantu permodalan pelaku usaha kecil.

“Program pinjaman bunga 0 persen ini memang difokuskan untuk membantu UMKM agar memiliki akses permodalan yang lebih ringan dan terjangkau,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sekitar 240 pelaku UMKM telah diajukan untuk mengikuti program tersebut. Namun, hingga saat ini baru sekitar 11 hingga 18 UMKM yang dinyatakan lolos dan siap menerima pencairan dana dari pihak perbankan.

Menurutnya, kendala utama berasal dari hasil pengecekan melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK serta persoalan administratif seperti perubahan alamat usaha.

“Persyaratan perbankan mewajibkan pemohon tidak memiliki pinjaman aktif di bank lain. Ini yang membuat banyak pengajuan belum bisa disetujui,” jelasnya.

Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Kota Bandar Lampung telah menyiapkan anggaran sekitar Rp3 miliar, dengan plafon pinjaman maksimal mencapai Rp50 juta per pelaku usaha, disesuaikan dengan kapasitas usaha dan kemampuan pembayaran.

Proses pengajuan dimulai dari pengumpulan dokumen seperti KTP, Nomor Induk Berusaha (NIB), dan NPWP ke Dinas Koperasi dan UKM. Setelah melalui tahap verifikasi lapangan, berkas akan diteruskan ke pihak bank untuk proses pencairan.

Selain bantuan permodalan, pemerintah juga memberikan pendampingan usaha berupa pembinaan manajemen, pembuatan NIB, fasilitasi sertifikasi halal, hingga dukungan pemasaran digital.

Melalui program ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *