Antusiasme Aparatur dan Warga, Bantuan Pakaian dari 16 Kecamatan Terus Mengalir ke Kantor BPBD Bandar Lampung

PORTALBERITALAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG (SMSI) – Gelombang bantuan kemanusiaan untuk korban bencana di Sumatera terus mengalir ke Kantor BPBD Kota Bandar Lampung. Hingga siang kemarin, posko menerima kiriman pakaian layak pakai dari 16 kecamatan, 13 OPD, dua puskesmas, serta kontribusi langsung dari warga. Aktivitas penerimaan barang berlangsung sejak Selasa siang dan menjadi bukti tingginya solidaritas lokal terhadap masyarakat terdampak. (03/12/2025)

Penerimaan bantuan dilakukan dengan tata kerja terstruktur. Setiap kendaraan yang datang wajib melapor ke meja registrasi, menyebutkan asal pengirim (kecamatan/OPD/puskesmas), jenis bantuan, serta jumlah perkiraan. Setelah itu tim pencatat melakukan verifikasi sementara sebelum barang dibawa ke area sortir. Langkah verifikasi ini bertujuan menjaga akuntabilitas dan memudahkan pelacakan barang selama proses distribusi.

Menurut Kepala BPBD, tim gabungan berupaya menerapkan sistem prioritas penanganan: pakaian bayi dan anak-anak dipisah agar cepat didistribusikan ke lokasi yang membutuhkan, sementara pakaian dewasa yang masih layak dikumpulkan untuk penyaluran umum. “Kami juga mencatat kebutuhan khusus, misalnya pakaian untuk lansia atau kebutuhan musim (jaket, selimut), sehingga penyaluran nanti bisa lebih tepat,” terang Idham Basyar.

Di area sortir, petugas terlihat bekerja intensif—menimbang tiap paket, menandai ukuran, dan menyiapkan daftar isi untuk setiap bal yang akan dikirim. Dinas Sosial berperan sebagai pengelola donasi tunai sekaligus pendamping administrasi agar dana yang masuk dapat digunakan untuk pengadaan barang yang belum terpenuhi. Rencana penggunaan dana meliputi pembelian pakaian baru untuk kebutuhan darurat, biaya transportasi ke daerah terpencil, serta pengadaan bahan pangan dan perlengkapan medis jika diperlukan.

BPBD juga menjalin komunikasi dengan instansi lintas sektor untuk memantau kondisi riil di lapangan. Koordinasi ini penting agar pengiriman bantuan tidak menumpuk dan justru menghambat proses penanganan darurat di lokasi bencana. “Kami berupaya agar alur logistik dari Bandar Lampung hingga titik distribusi akhir terjaga, sehingga bantuan sampai dalam kondisi baik,” kata Idham.

Warga dan organisasi masyarakat yang telah menyerahkan bantuan mengaku terpanggil untuk membantu. Sejumlah relawan lokal turut membantu pemilahan dan pengepakan sehingga proses di posko berjalan lebih cepat. BPBD menegaskan pihaknya tetap membuka pintu bagi warga yang ingin berdonasi, namun mengimbau agar mengutamakan kualitas pakaian (bersih dan layak pakai) serta koordinasi terlebih dahulu dengan posko.

Dengan kesiapan logistik serta dukungan berbagai pihak, Pemkot Bandar Lampung berharap bantuan ini dapat meringankan beban korban bencana dan mempercepat proses pemulihan sosial di daerah terdampak. (Teb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *