PORTALBERITALAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG (SMSI) – Sejak Januari hingga Februari 2026, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 2 Sukarame, Kota Bandar Lampung, belum kembali berjalan. Pengurangan jumlah ompreng disebut menjadi salah satu faktor penghentian sementara program tersebut.
Kepala SDN 2 Sukarame, Erdi Hadstuty, mengatakan program MBG pertama kali diterima sekolahnya pada 14 April 2025 melalui dapur SPPG Sukarame 1.
“Program ini sangat membantu anak-anak. Kami mulai menerima pada April 2025 dari dapur yang lokasinya tidak jauh dari sekolah,” ujarnya.
Namun memasuki semester awal 2026, distribusi makanan terhenti. Pihak sekolah mendapat informasi bahwa jumlah ompreng per dapur dikurangi secara signifikan.
“Informasinya ompreng yang semula sekitar 5.000 menjadi 3.000 per dapur. Itu tentu berpengaruh pada jumlah penerima di berbagai jenjang pendidikan,” kata Erdi.
Ia mengaku telah dua kali berkomunikasi dengan pihak dapur sebelumnya untuk memastikan kelanjutan program. Meski memahami kebijakan tersebut berasal dari pemerintah pusat, ia berharap ada kejelasan agar sekolah bisa menyampaikan informasi pasti kepada orang tua siswa.
Pada akhir Januari, muncul informasi bahwa dapur pengganti yakni SPPG Muhammadiyah 3 di sekitar Lapangan Way Dadi akan menangani distribusi selanjutnya.
“Pihak dapur baru sudah melakukan pendataan ulang jumlah siswa dan guru kami. Sekarang tinggal menunggu kepastian operasionalnya,” tambahnya.
SDN 2 Sukarame memiliki 480 siswa dan 31 tenaga pendidik serta petugas sekolah yang sebelumnya merasakan manfaat program MBG. (*)












