Kasus HIV di Bandar Lampung Capai 333 Orang, Dinkes Tegaskan Hasil Skrining Aktif

PORTALBERITALAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG (SMSI) – Kasus HIV di Kota Bandar Lampung kembali menjadi sorotan setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat sebanyak 333 orang terkonfirmasi positif sepanjang tahun 2025.

Data tersebut diperoleh dari hasil pemeriksaan dan skrining yang dilakukan secara intensif selama satu tahun terakhir. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muntadi di Temenggung, menjelaskan mayoritas kasus ditemukan pada kelompok berisiko tinggi.

Dari total 333 kasus, sebanyak 227 kasus berasal dari kelompok lelaki suka lelaki (LSL).

Meski angka tersebut terbilang cukup tinggi, Muntadi menegaskan bahwa hal ini tidak serta-merta menunjukkan lonjakan penularan secara drastis di masyarakat. Ia menyebut peningkatan angka lebih dipengaruhi oleh strategi pemeriksaan aktif atau “jemput bola” yang dilakukan Dinkes.

“Target awal skrining 30.000 orang, namun realisasinya mencapai lebih dari 35.000 orang atau sekitar 115 persen,” ujarnya, Jumat (21/2/2026).

Menurutnya, skrining tidak hanya menyasar kelompok berisiko tinggi, tetapi juga populasi rentan lainnya seperti pasien dengan penyakit tertentu, warga binaan di lembaga pemasyarakatan, hingga ibu hamil sebagai upaya pencegahan penularan dari ibu ke bayi.

Selain melalui layanan di puskesmas dan rumah sakit, tim kesehatan juga melakukan penjangkauan langsung ke sejumlah lokasi, termasuk tempat hiburan malam, dengan pendekatan edukatif.

Bagi warga yang dinyatakan positif, Dinkes langsung memberikan terapi antiretroviral (ARV) secara gratis. Terapi ini bertujuan menekan jumlah virus dalam tubuh hingga sangat rendah sehingga risiko penularan dapat diminimalkan.

Muntadi menegaskan, meski HIV belum dapat disembuhkan sepenuhnya, pasien yang rutin menjalani terapi ARV tetap dapat hidup normal dan produktif.

“Saat virus ditekan dengan terapi ARV secara teratur, risiko penularan juga bisa ditekan secara signifikan,” jelasnya.

Saat ini, sebanyak 31 puskesmas di Kota Bandar Lampung telah disiapkan untuk melayani pemeriksaan HIV dan distribusi obat ARV.

Dinkes juga mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan stigma maupun diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA), karena hal tersebut dapat menghambat upaya pencegahan.

Melalui skrining aktif, pengobatan gratis, serta edukasi berkelanjutan, Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap angka penularan HIV dapat ditekan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan semakin meningkat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *