PORTALBERITALAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG (SMSI) – Pemerintah Provinsi Lampung memastikan ketersediaan komoditas hasil peternakan, khususnya daging sapi dan telur ayam, masih berada dalam kondisi aman di tengah potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan dapat memengaruhi sektor pangan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung, M. Zimmi Skil, mengatakan hingga saat ini distribusi dan harga komoditas peternakan di pasar tradisional masih relatif stabil. Pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dengan berbagai instansi untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan harga tidak mengalami lonjakan.
“Kami terus berkoordinasi agar ketersediaan daging, telur, dan kebutuhan pokok lainnya tetap terjaga sehingga masyarakat bisa memperoleh barang dengan harga yang wajar,” ujar Zimmi, Kamis (6/8/2026).
Ia menjelaskan, sejak terbentuknya Badan Pangan Nasional pada awal 2023, pembagian kewenangan dalam pengelolaan pangan mengalami perubahan. Pengawasan terhadap sektor produksi, termasuk peternakan, kini menjadi tanggung jawab Badan Pangan Nasional bersama dinas teknis seperti Dinas Peternakan dan Dinas Pertanian.
Sementara itu, Disperindag lebih berfokus pada pengawasan sektor perdagangan, terutama dalam memantau perkembangan harga komoditas di tingkat pasar melalui aplikasi Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) milik Kementerian Perdagangan.
“Data harga diinput secara berkala oleh petugas dari kabupaten dan kota sehingga perkembangan harga di pasar dapat dipantau setiap hari,” jelasnya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Harga Pasar (SIGAP), harga daging sapi di Lampung saat ini berkisar antara Rp138 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram. Adapun harga telur ayam berada di angka rata-rata Rp27 ribu per kilogram.
Menghadapi ancaman El Nino, pemerintah daerah juga memperkuat koordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi barang serta mengantisipasi kemungkinan terganggunya pasokan pangan.
“Melalui TPID kami memastikan distribusi tetap berjalan dengan baik. Sampai sekarang inflasi di Lampung masih terkendali dan stok kebutuhan pokok, termasuk komoditas peternakan, masih mencukupi,” kata Zimmi.
Selain pengawasan distribusi, Disperindag juga terus menggelar program pasar murah di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Program tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Pemerintah berharap sinergi antara instansi pusat dan daerah dapat menjaga kestabilan pasokan pangan, sehingga dampak El Nino terhadap harga komoditas di Lampung dapat diminimalkan dan daya beli masyarakat tetap terjaga. (Red)












