PORTALBERITALAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kecamatan Panjang mulai melakukan pembongkaran terhadap ratusan bangunan warga di kawasan Kampung Batu Serempok. Pembongkaran ini dilakukan setelah adanya kesepakatan dengan para pemilik rumah, yang sebagian besar telah menjual lahan mereka kepada perusahaan swasta.
Kondisi kampung kini tampak lengang. Sebagian besar rumah telah kosong dan tak lagi dihuni. Menurut warga, perpindahan penduduk terjadi secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir, seiring proses jual beli tanah antara warga dan perusahaan.
Gunawan, salah satu warga yang masih tinggal di kampung tersebut, membenarkan bahwa sebagian besar tetangganya sudah menjual rumah dan pindah.
“Sudah banyak yang pergi. Rumah-rumah banyak yang kosong. Sekarang mulai dibongkar karena memang sudah tidak ada yang tinggal,” ujarnya.
Menurutnya, pembongkaran bukanlah hal yang mengejutkan karena sudah lama direncanakan dan disepakati. Bahkan, beberapa warga ikut serta membantu proses pembongkaran bangunan milik mereka sendiri

Rencananya, lokasi bekas permukiman ini akan diubah menjadi ruang terbuka hijau atau RTH. Selain sebagai paru-paru kota, RTH ini juga akan dilengkapi dengan embung dan fasilitas penampungan air guna mengantisipasi banjir saat musim hujan.
Camat Panjang Hendri Satria Jaya menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan rencana jangka panjang terhadap kawasan tersebut.
“Kami ingin kawasan ini tertata lebih baik. Nantinya, ini akan menjadi RTH, ada embung juga untuk menampung air hujan, sehingga bisa mengurangi risiko banjir di wilayah Panjang,” terang Hendri.

Ia menambahkan, penataan ini tidak hanya memperindah kawasan, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kualitas lingkungan, terutama di daerah pesisir yang rawan tergenang saat hujan deras.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah Kota Bandar Lampung dalam menata ulang kawasan padat penduduk yang tidak lagi layak huni menjadi wilayah yang lebih ramah lingkungan dan fungsional. (*)












