GePB desak aparat hukum telusuri proyek gerobak listrik, dinilai tak sesuai kebutuhan UMKM

PORTALBERITALAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG (SMSI) – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Pemuda Bangkit (GePB) kembali menyoroti program pengadaan gerobak sepeda motor listrik yang digulirkan Pemerintah Kota Bandar Lampung. Program yang semula ditujukan untuk mendukung pelaku UMKM tersebut kini dinilai menyisakan berbagai persoalan di lapangan.

Ketua GePB, Asih C. Wanara, mengungkapkan pihaknya tengah mengumpulkan data dan bukti tambahan sebelum melayangkan laporan resmi ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung. Ia menegaskan, langkah ini diambil sebagai bentuk kontrol sosial terhadap penggunaan anggaran daerah.

Menurutnya, salah satu persoalan utama terletak pada ketidaksiapan infrastruktur pendukung di tingkat penerima. Banyak penerima bantuan yang belum memiliki kapasitas listrik memadai untuk mengoperasikan gerobak motor listrik tersebut secara optimal.

“Kami menemukan fakta bahwa sebagian penerima justru kesulitan menggunakan bantuan itu. Ini menunjukkan ada perencanaan yang kurang matang sejak awal,” ujar Asih, Selasa (21/4/2026).

Selain aspek teknis, GePB juga menilai proses distribusi bantuan belum sepenuhnya tepat sasaran. Beberapa penerima disebut tidak memiliki usaha yang relevan atau belum siap memanfaatkan fasilitas tersebut untuk kegiatan produktif.

Tak hanya itu, besarnya nilai anggaran yang digelontorkan turut menjadi perhatian. GePB mempertanyakan efektivitas program jika manfaatnya tidak dirasakan secara maksimal oleh masyarakat yang menjadi target utama.

Sorotan terhadap program ini juga sebelumnya datang dari DPRD Kota Bandar Lampung. Pihak legislatif meminta agar pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk meninjau kembali mekanisme perencanaan dan penyaluran bantuan.

GePB berharap aparat penegak hukum dapat melakukan pendalaman terhadap proyek tersebut, termasuk kemungkinan adanya kesalahan administrasi maupun potensi kerugian keuangan daerah.

“Harapannya ini bisa menjadi pembelajaran agar ke depan setiap program bantuan benar-benar tepat guna dan sesuai kebutuhan masyarakat,” tutup Asih. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *