PORTALBERITALAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung mengambil langkah serius dalam menangani masalah ijazah tertahan yang menimpa ribuan alumni SMA dan SMK. Melalui program “Grebek Ijazah”, tim khusus diturunkan untuk mendistribusikan ijazah langsung ke rumah masing-masing alumni.
Program ini sudah mulai berjalan sejak satu pekan lalu. Para petugas Grebek Ijazah ditugaskan menembus berbagai medan, dari pelosok desa hingga pusat kota, demi memastikan tidak ada lagi ijazah yang tertahan di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, Thomas Amirico, menyebutkan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Lampung dan menjadi salah satu prioritas selama 100 hari kerja pertama.
“Total ada sekitar 7.000 ijazah yang kami distribusikan, terdiri dari 5.000 ijazah SMA dan 2.000 ijazah SMK. Kami optimis program ini bisa selesai sebelum 28 Juni 2025,” kata Thomas dalam keterangannya.
Ia menegaskan bahwa ijazah untuk sekolah negeri diberikan secara gratis. Sementara itu, sekolah swasta diminta untuk menerapkan kebijakan khusus. “Untuk lulusan sebelum 2022, ijazah tetap diberikan tanpa biaya. Sedangkan lulusan 2023 dan setelahnya, kami mendorong agar pihak sekolah swasta mempertimbangkan kondisi siswa dan bersikap adil dalam menetapkan kebijakan,” jelasnya.
Langkah ini mendapat dukungan dari berbagai pihak karena dianggap mampu menyelesaikan masalah yang selama ini menjadi beban bagi banyak alumni dan orang tua.












