Dari Pencarian Korban Menjadi Pengungkapan Narkoba: Kisah Lengkap Dua Babinsa dalam Obrolan Eksklusif Podcast Bersama SMSI Kota Bandar Lampung

PORTALBERITALAMPUNG.COM, LAMPUNG (SMSI)  – Sebuah temuan narkoba dalam jumlah besar yang sempat menghebohkan publik ternyata berawal dari niat tulus dua anggota TNI membantu mencari korban kecelakaan. Kisah ini diceritakan langsung oleh Sertu Eko Wahyudi dan Serda Simanjuntak dalam obrolan eksklusif podcast yang mengungkap detail kejadian di balik peristiwa tersebut.

Menurut Sertu Eko, informasi awal yang diterima hanya menyebut ada kecelakaan di jalan tol. Karena wilayah tersebut merupakan area binaannya sebagai Babinsa, ia berinisiatif menuju lokasi untuk memastikan kondisi. “Kami terapkan SOP kami: senyum, sapa, salam, lalu bertemu warga untuk memastikan informasi. Karena ini wilayah saya, saya merasa bertanggung jawab,” tuturnya.

Saat naik ke jembatan, keadaan masih gelap. Bekas kecelakaan terlihat jelas, namun tidak ditemukan korban ataupun jejak darah. Hal itu membuat mereka curiga bahwa korban mungkin terlempar ke area bawah jembatan. Keduanya kemudian menyisir area tersebut.

Penyisiran itu membawa mereka pada penemuan tak terduga: beberapa tas besar tergeletak di bawah jembatan. Tas tampak tidak tertutup rapat, seolah terjatuh dari atas. “Kami pikir itu tas korban. Kami cari identitasnya, mungkin dompet atau data diri. Tapi setelah dibuka, isinya bungkusan besar-besar dibalut plastik bening,” ujar Serda Simanjuntak.

Ketika satu sampel dibuka oleh pihak kepolisian yang tiba di lokasi, paket itu ternyata berisi ekstasi dalam jumlah besar. Barang-barang itu kemudian dievakuasi oleh petugas dengan pengawasan TNI dan tim reserse.

Sertu Eko mengaku sempat terkejut dengan jumlah barang terlarang yang ia temukan secara tidak sengaja itu. “Saya kaget luar biasa. Bayangkan kalau barang-barang itu sempat beredar, berapa banyak anak muda yang bisa jadi korban,” katanya di obrolan Podcast Kongsi (25-11-2025)

Ia juga menjelaskan bahwa sebelumnya wilayah binaannya relatif tenang dan tidak pernah ditemukan kasus narkoba menonjol. Karena itu, ia tidak pernah terpikir sedikit pun bahwa kecelakaan itu berkaitan dengan peredaran narkoba.

Usai menyerahkan barang bukti dan melakukan koordinasi, keduanya kembali bertugas seperti biasa. Namun pengalaman itu meninggalkan pesan penting bagi mereka. “Kami hanya menjalankan tugas. Tapi kalau ini bisa membantu menghentikan peredaran narkoba, kami bangga,” ujar Sertu Eko.

Dalam akhir obrolan, keduanya mengimbau para remaja untuk menjauhi narkotika dalam bentuk apapun. “Tidak ada sisi baiknya. Sekali mencoba, masa depan bisa hilang. Kami harap pemuda Indonesia bijak dan menjaga diri,” pesan mereka. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *