PORTALBERITALAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG – Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung kembali menjadi pusat kegiatan literasi kreatif. Sabtu (2/8/2025), puluhan anak bersama orang tua terlihat antusias mengikuti Pekan Literasi untuk Semua, yang mengusung konsep belajar sambil bermain melalui permainan ular tangga literasi.
Kegiatan ini digelar oleh Relima Bandar Lampung bersama Komunitas NGAJAR, sebagai bagian dari implementasi program MAINLIT (Main Literasi Tradisional). Program ini memadukan permainan tradisional dengan penguatan literasi dan numerasi, yang digagas oleh Aspirasiku dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk Unit Pelabuhan Tarahan.
Dalam permainan ular tangga literasi, anak-anak diajak melangkah di papan permainan sambil menghadapi berbagai tantangan edukatif. Yoga Pratama, perwakilan Relima, mengatakan metode ini efektif membuat anak belajar dengan gembira.
“Setiap kotak di papan memiliki tantangan literasi, dari membaca, menghitung, sampai menjawab pertanyaan sederhana. Anak-anak tidak sadar kalau mereka sedang belajar,” jelasnya.
Sementara itu, Rengga Wisnu Aditya, Ketua Komunitas NGAJAR, menegaskan bahwa pendekatan menyenangkan ini bisa menjadi inspirasi bagi orang tua dan guru.
“Belajar literasi tidak harus selalu di ruang kelas atau dengan buku tebal. Lewat permainan tradisional seperti ini, anak bisa membangun kebiasaan membaca dan berhitung sejak dini,” ujarnya.
Selain anak-anak, para orang tua juga terlibat aktif dalam kegiatan ini. Mereka ikut mendampingi anak saat bermain, sehingga tercipta interaksi positif yang menguatkan ikatan keluarga sekaligus budaya literasi di rumah.
Kegiatan ini juga menggandeng sejumlah komunitas dan lembaga seperti Dompet Dhuafa Lampung, Go Literasi, Jago Jalan, Perpusnas RI, Perpusda Lampung, dan Perpustakaan Kota Bandar Lampung, yang bersama-sama ingin menghadirkan kembali permainan tradisional sebagai sarana edukasi modern di era digital. (*)












