Pelatihan Sulam Tapis Warnai Pertemuan IWABA ke-5 di Kantor Pusat Bank Lampung

PORTALBERITALAMPUNG.COM, LAMPUNG (SMSI) – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai Pertemuan Rutin ke-5 Ikatan Wanita Bank (IWABA) Provinsi Lampung Tahun 2025 yang digelar di Aula Lantai IV Kantor Pusat Bank Lampung, Rabu (19/11/2025). Pertemuan ini mengusung tema “Membumi dengan Budaya, Melangit dengan Kreativitas” yang menjadi spirit utama kegiatan.

Ketua IWABA Provinsi Lampung, Ny. Sofy Bimo, menyampaikan bahwa pertemuan ini dirancang sebagai sarana pengembangan keterampilan anggota sekaligus pelestarian budaya Lampung. Pada edisi kelima ini, Ikatan Keluarga Bank Lampung (IKBL) dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggara.

“Dalam pertemuan kali ini kami menghadirkan pelatihan sulam tapis dan pembuatan suvenir dari tapis. Peserta sangat antusias mengikuti sesi demi sesi, mulai dari teknik dasar hingga merangkai tapis menjadi produk yang memiliki nilai jual,” ungkap Sofy.

Tidak hanya pelatihan, acara juga diwarnai dengan persembahan alat musik tradisional cetik oleh ibu-ibu IKBL. Alunan musik khas Lampung itu membawa suasana budaya yang kuat dan menambah kehangatan rangkaian kegiatan.

Pertemuan IWABA ke-5 juga menjadi momentum penting untuk memperkenalkan anggota baru sekaligus memberikan perpisahan kepada anggota yang telah mendapat tugas di instansi lain. Menurut Sofy, momen ini menjadi bagian dari perjalanan organisasi yang senantiasa diperkuat oleh kebersamaan.

Di akhir acara, IWABA menggelar arisan rutin sebagai salah satu tradisi yang selalu dinantikan. Selain mempererat silaturahmi, arisan menjadi ruang interaksi yang memperkuat ikatan antaranggota.

“Harapan kami, kegiatan ini terus memperkuat peran IWABA dalam melestarikan budaya Lampung melalui karya dan kreativitas anggota,” tuturnya.

Ketua IKBL, Desiyanti Mahdi Yusuf, yang turut hadir, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara IKBL dan IWABA. Ia menegaskan bahwa peran kedua organisasi ini penting dalam menjaga budaya lokal agar tetap relevan dan dicintai generasi muda.

“Melalui pelatihan dan persembahan budaya, kami ingin mengajak anggota untuk terus berkarya dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Lampung,” kata Desiyanti.

Penampilan cetik dari ibu-ibu IKBL menjadi salah satu bagian paling dinanti. Menurut Desiyanti, penampilan tersebut merupakan bentuk komitmen IKBL dalam memperkenalkan seni tradisional ke lebih banyak kalangan agar tetap lestari. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *