Tiga Saksi Diamankan, Polda Lampung Telusuri Status Kawasan dalam Dugaan Pembalakan Liar di Pesisir Barat

PORTALBERITALAMPUNG.COM, LAMPUNG – Kepolisian Daerah Lampung menghentikan aktivitas pembalakan yang terjadi di Kabupaten Pesisir Barat dan mengamankan tiga orang yang diduga berada di lokasi saat penebangan berlangsung. Kasus ini mencuat setelah video aktivitas penebangan kayu viral di media sosial.

Direktur Ditreskrimsus Polda Lampung, Kombes Dery Agung Wijaya, menyebut ketiga orang tersebut kini diperiksa secara intensif oleh penyidik.

“Kami sudah mendatangi lokasi dan saat ini kegiatan di sana dihentikan,” ujar Dery, Senin 8 Desember 2025.

Ia menjelaskan bahwa ketiga orang itu ditangkap saat sedang berada di lokasi kejadian. “Di sana kami amankan 3 orang yang memang pada saat itu berada di lokasi dan melakukan aktivitas di sana,” katanya.

Ketiganya terdiri dari satu pekerja, satu operator alat, dan satu orang mandor yang diduga mengarahkan aktivitas penebangan. Saat ini, seluruhnya masih berstatus saksi.

“Masih 3 orang, satu pekerja, satu operator dan satu yang menyuruh atau mandor. Mereka masih menjadi saksi,” jelas Dery.

Ia juga menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan dengan melibatkan instansi terkait, termasuk Dinas Kehutanan dan Kementerian Kehutanan. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah titik pembalakan masuk dalam kawasan hutan lindung atau bukan.

“Semua proses masih terus berjalan. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan dan Kementerian Kehutanan. Mohon bersabar, perkembangan penyelidikan ini akan terus kami sampaikan,” ucapnya.

Video yang sebelumnya viral memperlihatkan dua orang sedang memotong batang kayu berukuran besar di sebuah kawasan perbukitan di Pugung Penengahan, Kecamatan Pesisir Utara. Banyak batang kayu yang tergeletak di lokasi, memicu kekhawatiran masyarakat akan kerusakan hutan.

Warga setempat berharap aktivitas tersebut dihentikan sepenuhnya karena berpotensi menimbulkan bencana alam, terutama longsor dan banjir bandang, seperti yang terjadi di beberapa wilayah Sumatera beberapa waktu lalu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *