PORTALBERITALAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG (SMSI) – Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung memastikan ketersediaan cabai di pasaran masih dalam kondisi aman, meskipun harga cabai rawit lokal terpantau masih relatif tinggi di sejumlah pasar tradisional.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, mengatakan stok cabai saat ini masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah stok banyak. Harga memang masih agak tinggi untuk cabai rawit, tapi cabai merah relatif stabil. Secara umum masih aman dan terkendali,” ujar Erwin, Minggu (4/1/2026).

Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit lokal dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang kurang mendukung. Hal tersebut membuat petani melakukan panen lebih cepat dari waktu ideal, sehingga berdampak pada jumlah pasokan dan kualitas hasil panen.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam berbelanja, termasuk menyesuaikan jenis cabai dengan kebutuhan konsumsi sehari-hari.
Berdasarkan data Sistem Informasi Siaga Bahan Pokok (Siaga Bapok) Kota Bandar Lampung per Jumat, 2 Januari 2026, harga cabai rawit lokal tercatat bervariasi di sejumlah pasar. Di Pasar Cimeng mencapai Rp80 ribu per kilogram, kemudian Rp70 ribu per kilogram di Pasar Kangkung dan Pasar Panjang, serta Rp60 ribu per kilogram di Pasar Tugu.
Sementara itu, harga cabai merah keriting berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram. Untuk cabai rawit merah atau caplak, harganya berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp55 ribu per kilogram.
Pemerintah Kota Bandar Lampung memastikan akan terus memantau perkembangan harga dan distribusi bahan pokok di pasaran guna menjaga stabilitas harga serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. (*)












