Permintaan Hampers Lebaran Meningkat, Warga Bandar Lampung Mulai Beralih dari Uang Tunai

PORTALBERITALAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG (SMSI) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tren pemberian hampers sebagai pengganti Tunjangan Hari Raya (THR) dalam bentuk uang tunai semakin diminati masyarakat. Di Bandar Lampung, sejumlah pelaku usaha mengaku permintaan sudah mulai berdatangan bahkan sebelum bulan Ramadhan dimulai.

Hampers dinilai menjadi pilihan yang lebih fleksibel dan berkesan. Selain tampilannya yang menarik, paket bingkisan ini juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran pemberi. Mulai dari paket kue kering, sembako, hingga aneka makanan ringan, semuanya dikemas dengan desain yang elegan dan kekinian.

Salah satu pelaku usaha hampers, Fitri Amalia (42), mengatakan bahwa dirinya sengaja membuka pemesanan lebih awal untuk mengantisipasi lonjakan order. Persiapan dilakukan jauh hari agar ketersediaan barang tetap terjaga dan pelanggan tidak perlu khawatir kehabisan stok.

“Kita memang siapkan dari sebelum Ramadhan. Karena isi hampers itu macam-macam, kalau belanja lebih awal pilihannya masih lengkap. Jadi pas pesanan masuk, kita tinggal susun dan kemas sesuai tema,” ujarnya.

Dalam satu periode Lebaran, ia mampu memproduksi ratusan paket hampers dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp100 ribu hingga Rp1 juta. Harga tersebut disesuaikan dengan jenis produk, ukuran kemasan, dan konsep desain yang dipilih pelanggan. Pemasaran pun sepenuhnya dilakukan secara digital melalui media sosial, yang dinilai lebih efektif dan menjangkau pasar lebih luas.

Sementara itu, salah satu pelanggan, Desfita (35), mengaku konsisten memilih hampers sebagai bentuk berbagi kepada rekan kerja, keluarga, hingga karyawan. Ia menilai, hampers memberikan kesan lebih personal dibandingkan uang tunai.

“Kalau hampers itu lebih ada bentuknya, lebih terasa perhatiannya. Estetik juga, jadi yang terima pasti senang. Harganya juga bisa disesuaikan, jadi tetap terjangkau,” katanya.

Setiap tahun, Desfita memesan puluhan paket untuk dibagikan menjelang Lebaran. Menurutnya, meskipun uang tunai tetap memiliki nilai praktis, hampers menghadirkan sentuhan emosional yang membuat momen berbagi terasa lebih hangat.

Meningkatnya minat terhadap hampers ini juga menjadi angin segar bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Kreativitas dalam pengemasan serta inovasi isi paket menjadi kunci untuk menarik perhatian konsumen. Dengan begitu, tradisi berbagi di hari raya tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga turut menggerakkan roda perekonomian lokal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *