PORTALBERITALAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG (SMSI) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandar Lampung bersama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung melepas sebanyak 659 mahasiswa keguruan untuk mengikuti program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), Senin (12/2/2026).
Kegiatan pelepasan dilakukan di lapangan Disdikbud setempat dan dihadiri Kepala Disdikbud Kota Bandar Lampung, Eka Afriana, serta Dekan FKIP Unila, Albet Maydiantoro.
Ratusan mahasiswa tersebut akan melaksanakan PLP di berbagai satuan pendidikan mulai dari tingkat TK, SD, hingga SMP di seluruh wilayah Kota Bandar Lampung.
Dalam kesempatan itu, Eka Afriana mengajak para mahasiswa untuk mampu menerapkan ilmu dan teori yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam praktik nyata di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pemkot Bandar Lampung menekankan bahwa mahasiswa merupakan calon pendidik masa depan yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan.
“Kami meminta kalian semua mampu memberikan pembelajaran dan pengajaran terbaik kepada anak-anak,” ujarnya.
Eka menilai program PLP yang merupakan kolaborasi antara Disdikbud dan FKIP Unila ini menjadi langkah strategis dalam mencetak calon pendidik yang kompeten dan siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.
“Saya berpesan agar mahasiswa PLP dapat memberikan yang terbaik di sekolah. Jika dinilai baik, tidak menutup kemungkinan sekolah dapat merekrut untuk mengajar,” tambahnya.
Sementara itu, Albet Maydiantoro menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung yang telah memfasilitasi pelaksanaan PLP bagi para mahasiswa.
Menurutnya, program PLP menjadi sarana penting untuk mengenalkan dunia pendidikan secara langsung kepada mahasiswa sekaligus memantapkan kompetensi akademik kependidikan.
“Program PLP ini bertujuan menyiapkan dan mencetak guru profesional di masa depan,” jelasnya.
Ia menambahkan, melalui program ini mahasiswa akan memperoleh pengalaman berharga di lapangan sebagai bekal menjadi pendidik yang profesional dan berkompeten. (*)












