PORTALBERITALAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG (SMSI) – Pemerintah Kota Bandar Lampung memastikan ketersediaan bahan pangan menjelang dan selama bulan suci Ramadan dalam kondisi aman, meski sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga akibat meningkatnya permintaan masyarakat.
Melalui Dinas Pangan, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan intensif guna menjaga stabilitas pasokan hingga Hari Raya Idulfitri. Tim diturunkan secara rutin untuk mengecek kondisi di pasar tradisional, ritel modern, hingga gudang distributor.
Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, Ichwan Adj ie Wibowo, mengatakan langkah antisipatif telah dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan bahan pokok.
“Tim sudah kami turunkan untuk melakukan pemantauan langsung. Sampai saat ini stok pangan masih dalam kondisi aman dan mencukupi hingga Idulfitri nanti,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan secara menyeluruh sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, terutama saat momentum hari besar keagamaan yang biasanya diikuti peningkatan kebutuhan.
Secara umum, pasokan bahan pokok seperti beras, gula, tepung, telur, dan daging masih tersedia dengan cukup, serta distribusi berjalan lancar.
Namun demikian, pihaknya mengakui adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas, khususnya cabai dan minyak goreng. Kenaikan tersebut berkisar antara Rp2 ribu hingga Rp10 ribu, tergantung jenis dan kualitas.
“Memang ada kenaikan harga, terutama cabai dan minyak goreng, karena permintaan meningkat selama Ramadan,” jelasnya.
Untuk menjaga stabilitas harga dan membantu daya beli masyarakat, Pemerintah Kota Bandar Lampung akan menggelar pasar murah secara serentak di 20 kecamatan mulai 26 Februari 2026.
Program ini akan menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar, sekaligus menjadi upaya menekan lonjakan harga.
Pemkot juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying, karena stok dipastikan aman dan distribusi tetap normal.
Dengan pengawasan rutin, koordinasi bersama distributor, serta pelaksanaan pasar murah, pemerintah optimistis stabilitas pangan di Bandar Lampung akan tetap terjaga hingga Idulfitri. (*)












