Kodam XXI/Raden Inten Tegaskan Disiplin Internal Lewat Operasi Gaktib dan Yustisi 2026

PORTALBERITALAMPUNG.COM, LAMPUNG (SMSI) – Komando Daerah Militer Kodam XXI/Raden Inten kembali menggelar Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Operasi Yustisi Tahun Anggaran 2026 sebagai langkah konkret memperkuat budaya disiplin di lingkungan TNI. Kegiatan ini difokuskan pada pembinaan dan pengawasan guna memastikan seluruh prajurit dan PNS TNI menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku.

Operasi tahun ini mengangkat tema “TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju”. Tema tersebut menjadi pijakan moral sekaligus arah kebijakan dalam menumbuhkan kesadaran hukum, profesionalisme, serta tanggung jawab individu di setiap lini satuan.

Panglima TNI Agus Subiyanto melalui Kasdam XXI/Raden Inten Brigjen TNI Andrian Susanto menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari sistem pengawasan internal yang berkelanjutan.

“Seluruh prajurit harus memahami bahwa penegakan ketertiban adalah bentuk perlindungan terhadap kehormatan institusi. Disiplin adalah fondasi utama kekuatan TNI,” tegas Brigjen TNI Andrian Susanto saat membacakan amanat Panglima TNI.

Respons Tantangan Era Digital

Dalam evaluasi tahun sebelumnya, angka pelanggaran menunjukkan kecenderungan menurun. Hal ini menjadi indikator positif atas efektivitas pembinaan yang telah berjalan. Namun demikian, pimpinan TNI mengingatkan agar seluruh jajaran tetap waspada terhadap bentuk-bentuk pelanggaran baru yang muncul seiring perkembangan teknologi.

Kejahatan berbasis siber serta penggunaan media sosial secara tidak bijak menjadi perhatian serius. Penyimpangan di ruang digital dinilai dapat berdampak luas terhadap citra dan kepercayaan publik terhadap institusi.

Karena itu, optimalisasi perangkat teknologi informasi serta peningkatan kompetensi aparat Polisi Militer menjadi prioritas. Penanganan perkara diharapkan dapat berlangsung cepat, transparan, dan akuntabel sesuai prinsip hukum yang berlaku.

Sinergi dan Pembinaan Berkelanjutan

Selain fungsi penindakan, Operasi Gaktib dan Yustisi 2026 juga menitikberatkan pendekatan persuasif dan edukatif. Pembinaan dilakukan agar prajurit memiliki kesadaran hukum yang tumbuh dari dalam, bukan semata karena pengawasan.

Amanat Panglima TNI juga menekankan pentingnya menjaga soliditas, menghindari tindakan yang merugikan masyarakat, serta membangun hubungan harmonis dengan aparat penegak hukum lainnya.

Pendekatan integratif dan adaptif di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat kehadiran TNI sebagai institusi yang profesional dan dicintai rakyat.

Melalui pelaksanaan operasi ini, jajaran Kodam XXI/Raden Inten berkomitmen memastikan seluruh prajurit di wilayah Lampung tetap berada dalam koridor hukum, sekaligus mendukung agenda transformasi TNI menuju institusi yang modern, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *